Nulisnya cuma iseng, untuk merekam kejadian yang terlintas di benak. Tentang kami :)

Selasa, 02 Februari 2016

Berkebun

Baru sempat cerita tentang hobi baru abi beberapa bulan yang lalu...

Menjelang paruh ke empat tahun lalu, abi memiliki banyak waktu luang yang berdampak pada banyaknya waktu luang beliau dirumah. Awalnya sempat bosan karena rutinitas abi hanya berada diantara kantor dan rumah saja. Setelah beberapa hari tak ada kegiatan dan mulai sangat jenuh, Abi mulai tanam tanam satu dua pohon sayur. 

Dirasa tanaman yang tumbuh juga ikut menumbuhkan semangatnya, abi mulai kegiatan yang lebih luas. Abi mulai membeli polibag, pupuk kandang, sekam, tanah *karena tanah dirumah kurang pas buat menyemai tanaman*, dan menyemai beberapa tanaman. Awalnya pilihan jatuh kepada cabe, tomat, labu, bayam dan kangkung. Setelahnya, karena mulai ketagihan, beliau juga mulai menyemai benih jagung manis. Sisanya juga nanam daun pandan, jahe, kunyit, timun.

Abi dan saya memutuskan untuk melakukan sistem organi, ga pake obat ga pake racun. Secara biaya lagi kan kalo pake bahan kimia. Jadi ya cukup dengan pupuk kandang saja yang dipesan abi di tukang potong rumput yang sering wara-wiri dikomplek rumah. Sempat juga sih karena ga pengalaman, dan si cabe kena wabah keriting serta tomat yang kelamaan berbuah, abi nambah vitamin  hehehe. Untuk menghalau serangan semut, abi memanfaatkan air detergen untuk disemprotkan ke batang pohon. Trik ini efektiiiifff banget, recomended lah bagi pemula :). INi didapat abi dari artikel di internet.

Hobi baru abi itu sempat membuat ummi kewalahan dan sedikit kejengkelan :), pasalnya abi selalu berada di kebun ga pagi ga sore, kalo siang dipake buat searching dan browsing artikel dan tips serta tricks budidaya tanaman pekarangan yang baik dan benar. Waktu untuk panglima pun jadi berkurang. Tapiiii....begitu melihat hasil sudah mulai tumbuh satu satu dan panen sayuran untuk masak sendiri dirasa begitu yummy and crunchy...maka....sebel itu berganti senaaaaaang....

Alhamdulillah... bersyukur setiap saat :)



ini hasil panen nya :)


yang ini mandor kebunnya :p


area tomat


bawang, tapi cuma satu polibag


panen perdana cabe


tomaaaattttt


semai cabe


yang ini khusus buat kolak :)


red tomatoesssss


abis panen langsung buat sambel


rujakan si panglima


bergelantungan dan bergelimpangan


Minggu, 31 Januari 2016

Blighted Ovum

Rencana untuk menambah anggota keluarga baru ditengah tengah kami sejatinya sudah kami bahas sejak awal tahun 2015 kemarin, sesaat sebelum panglima ultah yang ke 4. Hanya saja, rencana eksekusi akan dilakukan awal tahun depan, alias 2016. Kenapa eh kenapa lama sekali? Yaaa....kami punya banyak perhitungan daaan ternyataaaaaaa hitung hitungan kami ga sesuai dengan hitungan sang Maha Pencipta hehehehe :) Segala perhitungan kami meleset dan tidak sesuai target sehingga rencana eksekusi adek bayi pun akhirnya dipercepat.

Setelah Idul Adha kemarin, kami mulai membuka lagi wacana bayi, dan diambil keputusan, Nopember kita mulai, dengan asumsi kan belum tentu langsung jadi dan perlu usaha berkali-kali *hehehe. Ternyata, Allah sayang sama kami, bulan berikutnya tepatnya tgl 13 desember saya sudah positif hamil lewat uji tespack.Kehamilan yang saya kira aman lancar jaya seperti saat hamil panglima dulu ternyata mengalami beberapa kejadian yang mengkhawatirkan, 

Dimulai dengan flek. Dahulu, flek juga sempat saya alami, Karena sudah browsing dan baca2, saya mendapat jawaban bahwa itu adalah proses wajar karena penancapan janin hasil pembuahan ke dinding rahim sehingga membuat rahim mengeluarkan darah. Tetapi kok, laaah dalaaah, flek nya keluar keseringan :(. Padahal awalnya karena merasa aman dan sehat, saya berencana akan mengecek kandungan nanti nanti saja, saat sudah UK beranjak 10week. sempat bedrest selama beberapa hari akhirnya tanggal 20 bukan cuma flek lagi yang keluar, tapi bercak darah.

Karena kondisi yang mengkhawatirkan itu, malamnya saya langsung ngajak pak Abi untuk periksa ke dokter SPOG. dan kabar buruk kami dapat, BLIGHTED OVUM. Padahal cek HCG nya positif, tapi argumen dokter berasal dari cek USG yang negatif *whuuuaaaaaaa...Bagi yang belum tau, ini saya copas pengertian BO menurut medis:


"Blighted ovum juga dikenal sebagai kehamilan tanpa embrio. Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berkembang menjadi sebuah embrio. Pada kondisi blighted ovum kantung kehamilan akan terus berkembang, layaknya kehamilan biasa, namun sel telur yang telah dibuahi gagal untuk berkembang secara sempurna"



Dokter bilang saya tidak hamil, kantong bayi memang ada tapi janin tak terlihat sama sekali. Tanpa memberi resep, dokter nyuruh saya pulang. Katanya dalam beberapa hari kantung akan luruh sendiri dan saya akan mengeluarkan darah seperti menstruasi biasa. Kata dokter, saya hanya terlambat mens biasa *whuaaaaaa kejamnya dikau


Syok, sedih juga iya. Masalahanya sudah niat untuk gendong bayi siiih :). Tapi naluri keibuan saya mengatakan kalo kami akan baik2 saja dan si janin bisa bertahan. Saya hanya perlu jaga baik2, makan bernutrisi, ga banyak gerak dan menenangkan pikiran. Suami support abis, bahkan untuk urusan antar mengantar panglima sepenuhnya menjadi urusan Boss besar selama saya dalam masa perawatan.

Sebenarnya kehamilan BO baru bisa ditegakkan jika sudah mencapai UK 12w maksimal dan jika memang kosong, tindakan yang dilakukan adalah kuretase. Jadi sebenarnya agak sedikit meragukan kesimpulan dokter, meskipun termasuk senior, tapi feeling saya sebagai ibu mengatakan kalo si pak dokter kali ini salah.

Dan ternyata, yang dikatakan dokter benar adanya. seminggu kemudian tepatnya tanggal 25 saya mulai pendarahan. ga banyak kaya keguguran sih, normalnya seperti orang mens biasa. Tapi darah sudah mulai keluar rutin, daaaan berlangsung selama 4 minggu. Di minggu ketiga sempat saya bawa kontrol lagi ke dokter karena sempat dua hari kondisi rahimnya sudah mulai bersih, tapi dokter bilang, masih akan keluar lagi dikit selama beberapa hari kedepan karena saat USG masih ada sisa bercak "pppfffhhh

Sedih, tapi harus direlakan. Toh bisa diulang lagi nanti. Daripada hamil tapi janin tidak berkembang sempurna, kami iklas jika harus mencoba untuk kali kedua. apalagi dokter bilang ga usah nunggu bisa langsung produksi lagi *heheheheh

Panglima gimana? kami belum memberi tahu panglima, karena sampe sekrang pun kalo ditanya "Zid, mau punya adek ga?" jawabnya "satu aja". Seneng dong, panglima sudah mulai mau punya adik, tapi dilanjutin "iya, Yazid aja satu"

Dhueeeeenggggg :)
 




Sabtu, 16 Januari 2016

Cerita Dari Sekolah (Extended Version :p )

Awal tahun 2016, 4 januari lalu Panglima sudah memulai tengah tahun kedua nya di sekolah. semester kedua yang membuka cerita baru setelah mengemas banyaaak sekali cerita di 6 bulan masa awal sekolahnya yang lalu.

Enam minggu pertama menemani panglima didalam kelas penuh dari pagi sampai pulang adalah sebuah cerita baru dan sangat campur aduk rasanya bagi saya. Semua perasaan senang sedih kesal jengkel gemas khawatir dibungkus jadi satu berakhir dengan kebahagiaan yang tak terkira membuat saya melupakan kegetiran yang ada, tinggal dingat ingat yang enaknya saja :)

Seperti cerita sebelumnya, nita saya memilih sekolah yang terbaik bagi panglima sejak usia TK memang bukan tanpa alasan. Terbaik disini bukan hanya dalam artian prestasi sekolah, tapi juga kesabaran dan keramahan guru terhadap murid yang bisa dikatakan kemampuan berfikir dan logikanya belum sempurna, hal ini tentu membutuhkan ekstra sabar dan usaha.

Panglima hadir dalam kehidupan ketika saya baru saja berusia 27 tahun. Terbiasa mandiri sejak kecil dan merasa belum membutuhkan bahu untuk bersandar, tiba-tiba hadir makhluq kecil yang sangat butuh saya membuat saya ekstra posesif. Saya dan suami secara tak sadar sering membatasi ruang gerak si bocah dari dia lahir hanya karena tidak ingin sesuatu yang buruk menimpanya. 
Jika keponakan saya yang lain diusia 3 tahun sudah ditinggal ibu-ibu mereka keluar kota karena kuliah, dinas luar, mengunjungi famili yang tertimpa musibah, atau bahkan hal sepele terpisah mobil saat kunjungan lebaran idul fitri karena anak2 memilih kumpul bocah disatu mobil dan ibunya dimobil yang lain, maka hal tersebut tidak berlaku bagi panglima. 

Panglima selalu berada dibawah ketek dan pengawasan saya atau abi nya. Dengan sangat sadar pula kondisi ini membuat saya yakin dan percaya panglima akan memiliki kesulitan saat awal melakukan sosialisasi pertamanya diluar rumah saat bersekolah nantinya. Itulah sebabnya sekolah TK pun sudah saya survey sedemikian rupa untuk membuat dia nyaman, poin oertama adalah : SEKOLAH YANG TIDAK BANYAK SISWANYA :).

Sempat terjebak didalam ego ketika setelah poin pertama, saya ingin SEKOLAH YANG BANYAK ILMU AGAMA NYA. Ketika ngebet bin ngotot memasukkan anak ke TKIT Bunayya dulu, saya merasa kedua poin tersebut telah mencakup kemauan saya. Daaaannnn ketika Panglima tidak lulus tes psikologi karena dirasa panglima belum sia sekolah, saya sempat kecewa. Alhamdulillah peringatan abi segera menyadarkan saya, bahwa memaksa kehendak memasukkan panglima ke TKIT itu berarti memaksa panglima siap bersosialisasi segera. padahal sangat disadari, panglima belum bisa. Setelah berbenah dan move on, singkat cerita saya beralih ke TK TIARA (bisa dibaca di 3 postingan sebelumnya :*) )

Toh, ternyata, terbukti bahwa perasaan saya sebagai orang tua yang sangat mengerti anak nta terbukti. Hari pertama sekolah panglima muntah karena nangis kejer ga mau masuk pagar. saya sih sudah siap mental hingga hari ke 2,3,4,5,6,7 daaaaan masuk minggu ke 6 *hahahhaa. Menemani panglima harus sangat pelaaaan dan telaten juga sabar. Ketika kawan2 masuk, panglima pengen diluar. Kawan2 makan dikelas, dia nya mau di ayunan. Yang lain menggambar, dia nya megang krayon pun dak mau. bikin bete plus lucu, padahal bangun pagi ga ada perlawanan, langsung mandi sarapan pake baju dengan rela dan sedia, nyampe pagar sekolah baruuuuuuuu mulai action nya :). Kejadian 6 minggu ini membuat saya terkenal diantara murid2 sekelas panglima, saya sekali kali malah ngebadut saat si guru terpaksa keluar kelas bentar. maksud hati mau ngehibur anak sendiri, siapanyana temen2 nya tertawa semua :) Dikalangan ibu2 juga saya terkenal sebagai orang tua murud yang paling eksis, mereka ngantar anak saya ada, mereka jemput anak saya pun masih sedia *kwkwkwk

Tapi perlahan semua berubah. Memang butuh waktu. Akhirnya panglima jadi anak yang bersahabat, mulai berkawan, patuh sama bunda dan yang paling penting, bisa saya tinggal di sekolah sampai nanti saya jemput lagi. Perjalan menuju bebas ini pun butuh banyak waktu dan tahapan. Mulai dari nangis, saya pergi diam2, diantar tapi harus ditunggguin sampai 15 menit, diantar tapi harus milihin bangku, diantar sampe pintu kelas hingga diantar hanya sampai pagar sekolah *Alhamdulillaaaahhh, kissss bocah :). Tapi tetap, kalo diantar abi, masi pake drama awalnya hingga akhirnya kini panglima juga sudah bersedia abi yang ngantarnya.

Cerita sedih awal semester ini, bunda Rini yang jadi bunda pertama panglima harus resign karena satu dan lain hal. Bunda ini baik, ramah, sabar, suka nyanyi kaya saipul jamil dan cekatan :(. sempat parno kalo guru baru pengganti ga sabaran dan gampang marah yang bikin panglima nantiimalas sekolah dan trauma. Ternyata, Syukur Alhamdulillah ada hikmah dibalik resign nya Bunda Rini, Penggantinya ternyata adalah guru baru yang tak lain dan tak bukan keponakannya mertua, artinya sepupu abi. Jadi.... itungannya famili, yeeeeiiiyyy.... pasti bakalan dijagain deh :)

Gitu dulu deh ya, Sekarang panglima lagi ketagiahan nonton kartun di TV, Jadi Ngajinya agak keteteran, Ummi lagi mau ngegenjot lagi biar lancar sebelum puasa. pokoknya target panglima naik Iqra` 3 sebelum akhir sekolah tahun ini, semoga aamiiin :)

Senin, 24 Agustus 2015

Cerita dari Sekolah :D

Meskipun, masih, harus menemani panglima di kelas setelah empat minggu sekolah dimulai, tetap saya gembira, banyak kemajauan dari panglima.

Tiap pulang dari sekolah, dan ketemu abi sorenya, selalu yang dibahas adalah perkembangan itu. dan yang paling utama, meski kalem dan cenderung pasif disekolah, ternyataaaa dirumah panglima sibuk mengulang segala kejadian di sekolah. Baik itu pelajaran, nama nama teman, nyanyian hingga nama bunda :)

Pelan pelan ya, bos kecil. We believe you can do it. Slowly...


Belajar shalat, hari jumat


hobi nya merhatiin tingkah teman :)


belajar nulisss


lagi main plastisin


cara duduk model baru :D

Selasa, 28 Juli 2015

Status Palsu :p

Pernah dengar kan istilah atau apa ya nyebutnya...ya gitu lah *hehe ga pernah jelas ah* "silaturrahmi memperpanjang umur"?

Saya punya beberapa teman di masa silam, sebagian di jaman abg labil dan euphoria masa SMA, sebagian di jaman menjelang dewasa saat lagi merantau kala jauh dari kampung saat kuliahan, dan sebagian lagi sesudah memasuki dunia kerja, tapi sudah lebih dari tiga tahun ga pernah jumpa lagi.

Sebagian dari teman-teman ini hilang kontak, sebagian lagi masih punya no kontaknya, Yang hilang no kontak kebanyakan teman waktu saya masih di Malang, saat kuliah. Alasannya bermacam-macam. Kebanyakan ya ganti nomer HP dan tanpa pemberitahuan dengan nomor yang baru. Beberapa diantaranya kembali keep contact  setelah terhubung dengan facebook.  Yang lain yang ga ketemu sampe sekarang yaaa...karena ga punya akun :(. Dari facebook juga kita bisa berlanjut ke kontak BBm, WA dan lihat-lihat foto teman ataupun anak anaknya di Instagram

Bagaimana dengan teman2 SMA? banyaaak,, karena saya tinggal di kota yang sama dengan saat saya sekolah dulu, maka problem kontak teman sma tak terlalu rumit. Yang hilang satu dua ya paling teman2 yan sudah merantau atau bahkan keluarga ortunya pindah semua ke kota lain yaaaang setelah di lacak di facebook  juga ga ketemu :)

Baiklah, berbicara tentang teman dan kembali ke pepatah atau istilah atau ungkapan atau kutipan atau apalah, yang saya tulis diatas,  Apakah anda termasuk orang yang senang menjalin silaturrahmi? terutama dengan rekan sejawat dan seperjuangan dulu? Atau anda termasuk orang yang ga suka "jemput bola", sukanya nunggu kunjungan silaturrahmi tanpa mau mengunjungi terlebih dahulu? Saya...saya sendiri termasuk orang yang suka menjalin silaturrahmi. Saya masih suka mencari teman-teman yang hilang sekedar buat tahu kabar mereka *istilah jaman sekarang kepo kali ya*. Kebiasaan atau sifat saya ini diturunkan dari ayah yang suka sekali beranjang sana ke rumah sejawat, tetangga, famili dan kerabat, baik itu jauh maupun dekat.

Namun sayang, silaturrahmi di zaman sekarang --yang katanya zaman edan, yang disebut juga zaman digital yang suka juga pada nyebutin era modern daaan ada lagi nyebutin zaman sibuk terutama dengan urusan masing2  *ato ada juga yang soook sibuuk, padahal banyak nganggur :p*-- banyak hanya terjadi dalam bentuk hubungan dunia maya. Jarang ada yang mau langsung ke rumah-rumah, bahkan untuk telepon saja sudah mulai berkurang. Hari gini, semua yang diandalkan adalah jempol, alias texting belaka. 

Mau bukti? Lihat saja saat perayaan Hari Raya Keagamaan, semua ucapan hanya beredar di dunia maya. Telepon pun tak ada kaaan?? Paling yang ada anak telepon Orang tua hanya karena kebetulan mereka lagi diperantauan. Bukti lain?? saking ga banyak lagi orang yang bertamu, Rumah zaman sekarang itu berkonsep minimalis dengan ruang tamu yang supeeer kecil dan bahkan tanpa ruang tamu :). Bahkan untuk mengunjungi orang yang dikenal saat sakit atau kemalangan pun sekarang sudah jarang. Di acara kematian, misalnya, selepas jenazah dibawa ke kubur dan para pengantar jenazah kembali ke rumah, maka seketika itu pula para pelayat berkurang dan sedikit2 hilang dalam waktu seharian saja. Begitu juga di acara suka cita semacam pesta. Kalo yang jaman dulu seminggu sebelum pesta, satu persatu kerabat jauh dan dekat mulai berdatangan buat bantu acara sampai ke H-1 seluruh tetangga mulai meramaikan rumah sekedar buat bantu ngupas bawang dan rajang cabe sambil ngobrol dan becandaan, sekarang? Sudah pada pake catering dan acara di gedung! Bahkan tetangga sebelah rumah hanya datang saat acara berlangsung dan segera pulang setelah dijamu makan.

Miris bukan? Perkembangan zaman membuat kita malah mempersempit pengertian istilah yang sudah Nabi ajarkan jauuuh sebelum kita dilahirkan, di jaman edan :(

Selanjutnya,saya terpaksa mengungkit silaturrahmi dalam konsep modern alias texting dunia maya ini. 

Punya teman yang segerobak didunia nyata dan satu truk di dunia maya, ternyata tak membuat hubungan silaturrahmi manusia berjalan mulus ya. Benar, sejatinya silaturrahmi itu berawal dari niat, bukan keadaan.Saya beri contoh kasus deeeh...pengalaman dari orang-orang sekitar saya.

Dikalangan teman2 saya, Silaturrahmi cuma jadi in saat acara buka puasa bareng diadakan, alias saat bulan suci Ramadhan. Itupun menjelang akhir bulan suci saat udah banyak orang2 diperantauan pulang ke kampung halaman. Dan parahnya lagi, batal dilakukan cuma karena asik atur jadwal yang ga nemu2 *lagi lagi kenyataannya pada banyak yang pengangguran, tapi sok sibuk doang ;p*

Begitu juga saat Hari Raya, sibuuk di grup pada ngucapin ini itu, belum lagi kalo ada yang menikah mau buat walimah, ada yang melahirkan dan kemalangan. Kalo diajak datang, pada ngilang satu-satu dengan alasan : ada jam ngajar (yg udah jadi guru), gabisa keluar banyak kerjaan (yg dikantoran), tutup kas akhir bulan (yg di lembaga keuangan), lagi buat seminar (yg kerja di LSM), yg lagi kejar target OD (buat yang di finance), ga ada kendaraan (buat yg jomblo) sampe yang anak aku lagi ga ada yg jaga (yang IRT).

HOW COME buddieesssss!!!
Padahal jabatan masi staf loohhh,,, bukan kepala sekolah, bukan kepala kantor apalagi walikota, bukan kepala cabang, bukan kepala yayasan, kendaraan juga banyak tuh nongkrong jalanan depan rumah buat yg jomblo dan yang IRT padahal di rumah ada sekompi yg lagi ngawasi anaknya. Sekali lagi, kalo mau di runuut satu2, semua itu pada ongkang2 kaki alias nganggguuurrrrrr hehehehe, aksinya aja kebanyakan, sok sibuk ga karuan. Padahal kalo mau diluangkan, Silaturrahmi itu tetap aan ada jalan looohh..

Karena beberapa alasan tersebut sering, ulangi, seriiing banget saya temui, saya akhirnya mulai membatasi diri untuk melakukan silaturrahmi secara berkoloni. Alias saya lebih memilih untuk pergi sendiri ke acara walimahan, teman melahirkan, ada yg sedang sakit ataupun ke teman yg kemalangan. Ga ajak yang IRT, ga ajak yang jomblo ataupun yg bersuami, serta ga ngajak yang kerja. Untuk apa? jika hanya akan mendaat kecewa *ceileee.. bahasanyeeee

Padahal banyak loh, keuntungan yang didapat jika kita menyambung silaturrahmi.
selain memperpanjang umur, bagi yang jomblo juga bisa enteng jodoh, siapa tahuuu loh ya. Juga buat yang jobless dapat kerjaan disana,siapa tahu juga yang kesulitan ekonomi bisa mendongkrak penghasilan dan yang sakit dapat info tentang alternative pengobatannya, siapa tahuuuu... Allah kan selalu membuka pintu rezeki kita dari arah yang tak terduga kan? termasuk lewat silaturrahmi ini.

Terus, kalo udah jaman internet yang kebanyakan ngetik2 ini pun masi malas silaturrahmi, gimana? Itu ampun ampunan daaah aahh...nyerah saya. Sibgkat kata, saya cuma bisa mengambil kesimpulan, beliau beliau ini lagi kere  saja,,hahaha
Dalam satu kasus lain saya terpaksa menghapus beberapa kontak BBM dan WA saya disebabkan karena beberapa kali saya tanya kabar tak berbalas *hiiiksss kesiaaan deh saya :p*. Bukan bermaksud ngambek kaya bocah tk, tapi bagi saya, pertemanan sejatinya adalah di dunia nyata, dunia maya hanya membantu menjangkau yang terjangkau saja. Artinya, saya ga mau koleksi jumlah kontak. Sekiranya mereka tau mau berhubungan dengan saya, ya monggo... berjalanlah sendiri tanpa harus memenuhi kontak anda dengan nama saya :)
Terutama buat rekan2 yang katanya *sok* sibuk itu, yakin deh yang anda kejar didunia terutama materi dan prestasi, tak ada gunanya juka anda terputus silaturrahmi.

Akhirul kalam, beginilah hasil curhat saya malam ini, semoga berkenan dan tak ada yg tersinggung. Semoga sahabat bisa memetik pelajaran dan diaplikasikan dalam kehidupan.


Senin, 27 Juli 2015

Ayoo..Sekolaaah...!!!

Alhamdulillah wa Syukurillah...

Akhirnya sampai juga dihari pertama si panglima memulai bagian baru dalam hidupnya. masuk sekolah :)

Awalnya drama bangeet, si bocah begitu ngelihat pagar sekolah, mulai ngambek, trus ngeraung ga mau masuk pagar. Waktu ummi lolos masuk pagar duluan, mulai deh panglima jejeritan ga jelas sambil minta pulang Padahal teman temannya lagi pada ngikutin acara penyambutan murid baru. Agak keganggu sama suara panglima sih, tapi ibu ibu pada maklum, secara anak anak kan pasti ada yang begini di awal awal masa sekolah. Tinggal emaknya aja yg kuat kuatan nahan iman untuk tidak tergoda ngikutin kemauan sang bocah untuk minta pulang.

Setelah sekian menit berlalu *eeeh..puluhan menit siih*, si Yazid yang emang dasarnya sedang kurang fit alias batuk dan idung meler mulai tumbang dengan muntah. Bukan Numpahin isi sarapannya tadi sih, cuma dahak akibat nangis dan ingus aja. Ummi tetap tenang dan tidak goyah. Ummi yang sok tenang ngelap muntah dan air mata gombal panglima, ngasi minum , ngegendong dan meluk tanpa bicara. Benar benar tanpa bicara.Akhirnya panglima luluh juga, yeeee....*kibas rambut, ummi menang.

Dari mulai digendong bawa jalan deketin rombongan kawan kawan, ajak becanda, sampe ajak makan di ayunan, Yazid mulai terbuka. Memang sih, ketika teman-teman udah mulai masuk kelas, Yazid malah di playground main bola dunia, ayunan, prosotan. Ketika teman-teman makan di dalam kelas, Yazid malah makan di halaman. ketika teman-teman baris untuk cuci tangan, Yazid malah cuci tangan sendiri di wastafel belakangaaaan banget waktu udah mulai sepi.

Akhirnya, Yazid masuk kelas juga. Satu jam sebelum kelas hari pertama berakhir. Ga apa sih, dari yang mulanya minta ummi ikut ke kelas, duduk dipangkuan ummi, duduk di kursi sendiri sampe akhirnya duduk di kursi dan ketawa ketiwi lihat polah teman sekelas. Tapi tetap, ada udang di balik batu, panglima minta diajak ke kiepsi pulang sekolah :))

Whooaaa ummi bangga dan bahagiaaa..
Alhamdulillah ya Allah....

sama abi, sebelum berangkat


abis jejeritan


yang lain udah masuk :0


Ketemu sesama anak mogok masuk


mandi bola, sebelum rame


yieeeeyy...masuk kelaaass :)


boleh laaa, sekali2 ya :p



Sabtu, 25 Juli 2015

Lebaran 2015

Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini terlalui dengan mulus dan baik dan semi sempurna. Meskipun rencana ummi mau gerilya anjangsana dan safari selama Ramadhan untuk shalat tarawih ga terpenuhi. tapi ya yulamayan laah.. Apalagi panglima udah mau ikutan shalat dan ga buat keributan. Ups, ada sih, sekali, malam ke 12. Jadi saat itu ummi dan abi cari posisi enak untuk shalat di IC. Hanya saja, menjelang tarawih usai, Panglima mulai mainin tabungan masjid dan mukul mukul. Mengganggu jamaah dong, tapi Alhamdulillah tegurannya ga kasar dari panitia. Hanya saja karena Yazid pemalu banget jadi abis ditegur si panglima sempat mogok shalat di IC selama beberapa malam.

Sisanya...semua berjalan sesuai rencana. Alhamdulillah Allah kasi kita kesehatan sehingga ga ada tuh sakit yang menyerang selama Ramadhan.

Setelah Ramadhan,panglima mulai sosialisasi dengan saudara2 dan sepupu. Ga malu dan ngambe lagi kalo disuruh salam. mulai main gantian dengan si Hanif dan Akram. Jadi temannya Yazid bukan bang Asyraf aja lagi...

Abis Lebaran tgl 27 Juli ntar panglima udah mulai sekolah, Ummi juga mulai deg degan dengan segala persiapan.
Insya Allah berjalan lancar ya, sayaaaang.....
Hold ummi`s hand. and i will tightend your. we walk togather side by side on your next chapter story in your life.
Get ready honey, ummi and abi always pray for you 


Buka puasa bareng


Lebaran ke 2, Jiddah Ultah


di Rumah Cek Safwa...


Ini pas lagi kompak :)


Sempat sakit hari ke 5 (


Besok sekolaaahhh....