Nulisnya cuma iseng, untuk merekam kejadian yang terlintas di benak. Tentang kami :)

Rabu, 17 Februari 2016

Nambal Gigi :(

Hari minggu lalu setelah gosok gigi malam merasa ada yang aneh dengan geraham sebelah kanan. Setelah diamat-amat di lihat-lihat diintip-intip dan dirasa-rasa ternyata...gigi saya bolong sodara2 :(. Padahal selama ini ga pernah merasa ada masalah, Kecuali gigi yang agak kuning dikit karena keseringan ngopi. *heuheuheuheuheu...
Seninnya setelah dipastikan sekali lagi, lngsung saya foto dan kirimin ke bunda Fida, tantenya suami yang tinggal satu rumah dengan bik Fau, dekat rumah mertua. Kebetulan dianya kan dokter gigi. Setelah diterawang *secara kan via WA, ga bisa langsung lihat dengan mata kepala*, dipastikan 80% emang beneran kalo itu bolong. Langsung buat janji untuk perbaikan malam rabu besoknya, karena si tante kan pagi kerja, dan eike juga hahahahaha..

Malam rabu abis Isya langsung cuusss si ummi berangkat ke TKP untuk usaha memperbaiki segala kesalahan dan kerusakan. Setelah di cek dan ricek di teropong dan di keker, ketahuan kalo si gigi retak dan bolong terletak disela dua gigi, dan itu mulai meranggas merusak kedua gigi jika tidak segera diperbaiki. Keputusan saat ini, dua gigi ditambal dengan rincian setengah gigi geraham sebelah kanan bawah G4 separuh belakang dan G5 separuh depan. Dan tingkat kerusakannya, kopong bawah yang sangat besar. Bagi anda2 yang punya gigi bagus rapi dan tidak bermasalah, maka bisa saya gambarkan bahwa kerusakannya seperti boks dari triplek yang triplek atasnya bolong dikit tapi kelihatan rongga di dalamnya suanggaaatt buessarrr... :D.

Lagi asik2 bersihin deposit *alias tai gigi hahahhaha*, kelihatan lagi kerusakan lain yaitu geraham sebelah kiri bawah nomor urut 3. kerusakan pas ditengah seperti kaldera gunung itu sedikit lebih ngilu, kalo kata si tante dokter, karena bolongnya udah mulai kena jaringan, jadi ya harus diberesin pelan2 dan masuk jauuh... hiks hiks...saat itu keputusan berubah, tambalan yang harus dibuat untuk TIGA GIGI!!!!!

Saya yang selama ini tak pernah bermasalah dengan gigi dan sakit gigi dan tak pernah (lagi) ke dokter gigi setelah melepas behel 14 tahun yang lalu mulai sedikit mellow dan bermuram durja. ooohhhh...ternyata saya mulai tua dan gigi saya sudah mulai tidak sempurna..untung belum tinggal dua.

Setelah perbaikan yang memakan waktu tiga jam, akhirnya kami selesai. Tiba saatnya mbayar-mbayar keringat orang. Masalah kemudian datang ketika sang dokter enggan menyebut angka yang harus dibayarkan. OOO NOOOO....!!!! Come on Tante Fida, waktu menunjukkan pukul sebelas malam dan besok kita hatus kembali bekerja...kenapa juga harus main tebak tebak buah manggis??
Setelah sepuluh menit berdebat tanpa arah dan tujuan yang jelas saya memutuskan untuk angkat kaki dan bilang sama tante kalo nanti uangnya dititip di ibu mertua sahaja. Si tante dokter senyum senyum ga jelas. 

Rabu pagi saya mulai hunting harga tarif dokter gigi di kota lhokseumawe untuk sekali nambal ban #eeh...gigi...tanya tanya kanan kiri lirak lirik sana sini bbm wa sms pokoknya yang ga telp aja, secara ga cukup pulsa...hahaha. Semua ini saya lakukan karena saya kan ga enak keringat orang ga dibayar, meski si tante itungannya sodara, tapi kan saat nambal, ada beberapa bahan praktik dia yang terpakai, dan dianya kan beli pake duit tho...ya harus dibayar! Akhirnya dapat info kalo rate nambal gigi itu antara 150-300 ribu untuk wil kota lhokseumawe.

Siangnya, pulang kantor dan mampir ke rumah mertua untuk nitip uangnya. Secara yaaaaa kalo langsung ke orangnya pasti ga bakalan diterima, pasti dia ga sungkan dan saya ga enak. Naaaahhh pagi ini saya terima pesan via whatsapp kalo titipan sudah diterima. si tante berterimakasih. Padahal saya yang masi ga enak, secara duitnya kan belum tentu sesuai tarif dia nya. kan beda tiap dokter ya...

Hei tante Fida, maaf ya kalo kurang uangnya, kalo cuma kurang seribu sekalipun tolong ikhlaskan. karena kami benar benar meraba mengebai tarif yang sebenarnya :)

Rabu, 03 Februari 2016

Tetangga, masa gitu?

Punya tetangga sudah berumur tapi bertingkah dan tingkat toleransi yang tipis itu emang nyebelin.

Cerita awalnya sih biasa saja. Kepindahan kemari disambut baik oleh tetangga belakang rumah. Bisa dititipin rumah kalo kita lagi liburan, bisa dimintai bahan makanan kalo mau masak tapi ada yang kelupaan, bisa diminta tolong tutupin keran air tampung kalo kelupaan padahal kita sedang ga dirumah, dan yang paling penting bisa dimintain buatin makanan yang kita nya sendiri ga bisa buat. Tapi ya tetap bahannya kita yang sediain dong...

Setahunan disini, cuma tetangga belakang ini yang berteman baik. karena di depan dan kiri kanan rumah itu tanah kosong. kebayang dong, gimana sepinya...mana kita juga tidak suka keluar dan berbaur sih ceritanya, bukan ansos juga,,,,cuma kana kalo udah pergi pagi dan pulang setelah ashar kok ya males mau keluar duduk-duduk cantik. Kan udah keburu bebenah rumah, masak dan istirahat sejenak sebelum malam. Paling ada ya olah raga gowes sepeda dengan track yang ga jauh jauh dari rumah.

Naaaah permasalahan baru muncul ketika tetangga sebelah kanan rumah sebelah tanah kosong mulai numpuk sampah organik dan anorganik ditanah kosong itu, dan selalu sampahnya dibakar selalu menjelang magrib. Bisakah dikau membayangkan gimana asapnya? Asapnya masuk rumah melalui celah AC rumah kami yang memang dipasang pas disamping tanah kosong itu,, mana mau magrib dan ga bisa buka pintu serta jendela kan ya? Sempat kita biarin beberapa kali, sampe akhirnya, suatu saat pak dan bu tetangga mulai membakar sampah lagi, magrib lagi. Besoknya, habis subuh kita harus meninggalkan rumah untuk pergi ke luar kota takziah. Seharian rumah ga dinuka pintu dan jendela. Malam saat kita pulang, asap malam kemaren masi terasa....!!!!!

Disitu kami mulai mengambil sikap, Pada saat seminggu berikutnya mereka mulai bakar sampah lagi dan ditinggal karena magrib, abi mulai menyiram api. Kasihan suami ane, magrib2 harus ngambil selang pasang dan semprot, sayangnya mereka ga tahu. Minggu depannya kejadian lagi, habis dibakar, Abi langsung nyemproooottt.... Si yang punya rumah langsung keluar, mereka protes dan kita argue dong...Mereka masuk sambil ngomel.

Naaaahhhh....ga tau itu orang bloon ato emang ego tinggi, beberapa hari kemudian lagi, giliran suaminya yang notabenenya pejabat publik di dinas PENDIDIKAN melakukan hal yang sama. Ya ALLAAAAAAHHHH... bencana apa ini??? *lebay aahhh..Abi

Selasa, 02 Februari 2016

Berkebun

Baru sempat cerita tentang hobi baru abi beberapa bulan yang lalu...

Menjelang paruh ke empat tahun lalu, abi memiliki banyak waktu luang yang berdampak pada banyaknya waktu luang beliau dirumah. Awalnya sempat bosan karena rutinitas abi hanya berada diantara kantor dan rumah saja. Setelah beberapa hari tak ada kegiatan dan mulai sangat jenuh, Abi mulai tanam tanam satu dua pohon sayur. 

Dirasa tanaman yang tumbuh juga ikut menumbuhkan semangatnya, abi mulai kegiatan yang lebih luas. Abi mulai membeli polibag, pupuk kandang, sekam, tanah *karena tanah dirumah kurang pas buat menyemai tanaman*, dan menyemai beberapa tanaman. Awalnya pilihan jatuh kepada cabe, tomat, labu, bayam dan kangkung. Setelahnya, karena mulai ketagihan, beliau juga mulai menyemai benih jagung manis. Sisanya juga nanam daun pandan, jahe, kunyit, timun.

Abi dan saya memutuskan untuk melakukan sistem organi, ga pake obat ga pake racun. Secara biaya lagi kan kalo pake bahan kimia. Jadi ya cukup dengan pupuk kandang saja yang dipesan abi di tukang potong rumput yang sering wara-wiri dikomplek rumah. Sempat juga sih karena ga pengalaman, dan si cabe kena wabah keriting serta tomat yang kelamaan berbuah, abi nambah vitamin  hehehe. Untuk menghalau serangan semut, abi memanfaatkan air detergen untuk disemprotkan ke batang pohon. Trik ini efektiiiifff banget, recomended lah bagi pemula :). INi didapat abi dari artikel di internet.

Hobi baru abi itu sempat membuat ummi kewalahan dan sedikit kejengkelan :), pasalnya abi selalu berada di kebun ga pagi ga sore, kalo siang dipake buat searching dan browsing artikel dan tips serta tricks budidaya tanaman pekarangan yang baik dan benar. Waktu untuk panglima pun jadi berkurang. Tapiiii....begitu melihat hasil sudah mulai tumbuh satu satu dan panen sayuran untuk masak sendiri dirasa begitu yummy and crunchy...maka....sebel itu berganti senaaaaaang....

Alhamdulillah... bersyukur setiap saat :)



ini hasil panen nya :)


yang ini mandor kebunnya :p


area tomat


bawang, tapi cuma satu polibag


panen perdana cabe


tomaaaattttt


semai cabe


yang ini khusus buat kolak :)


red tomatoesssss


abis panen langsung buat sambel


rujakan si panglima


bergelantungan dan bergelimpangan


Minggu, 31 Januari 2016

Blighted Ovum

Rencana untuk menambah anggota keluarga baru ditengah tengah kami sejatinya sudah kami bahas sejak awal tahun 2015 kemarin, sesaat sebelum panglima ultah yang ke 4. Hanya saja, rencana eksekusi akan dilakukan awal tahun depan, alias 2016. Kenapa eh kenapa lama sekali? Yaaa....kami punya banyak perhitungan daaan ternyataaaaaaa hitung hitungan kami ga sesuai dengan hitungan sang Maha Pencipta hehehehe :) Segala perhitungan kami meleset dan tidak sesuai target sehingga rencana eksekusi adek bayi pun akhirnya dipercepat.

Setelah Idul Adha kemarin, kami mulai membuka lagi wacana bayi, dan diambil keputusan, Nopember kita mulai, dengan asumsi kan belum tentu langsung jadi dan perlu usaha berkali-kali *hehehe. Ternyata, Allah sayang sama kami, bulan berikutnya tepatnya tgl 13 desember saya sudah positif hamil lewat uji tespack.Kehamilan yang saya kira aman lancar jaya seperti saat hamil panglima dulu ternyata mengalami beberapa kejadian yang mengkhawatirkan, 

Dimulai dengan flek. Dahulu, flek juga sempat saya alami, Karena sudah browsing dan baca2, saya mendapat jawaban bahwa itu adalah proses wajar karena penancapan janin hasil pembuahan ke dinding rahim sehingga membuat rahim mengeluarkan darah. Tetapi kok, laaah dalaaah, flek nya keluar keseringan :(. Padahal awalnya karena merasa aman dan sehat, saya berencana akan mengecek kandungan nanti nanti saja, saat sudah UK beranjak 10week. sempat bedrest selama beberapa hari akhirnya tanggal 20 bukan cuma flek lagi yang keluar, tapi bercak darah.

Karena kondisi yang mengkhawatirkan itu, malamnya saya langsung ngajak pak Abi untuk periksa ke dokter SPOG. dan kabar buruk kami dapat, BLIGHTED OVUM. Padahal cek HCG nya positif, tapi argumen dokter berasal dari cek USG yang negatif *whuuuaaaaaaa...Bagi yang belum tau, ini saya copas pengertian BO menurut medis:


"Blighted ovum juga dikenal sebagai kehamilan tanpa embrio. Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berkembang menjadi sebuah embrio. Pada kondisi blighted ovum kantung kehamilan akan terus berkembang, layaknya kehamilan biasa, namun sel telur yang telah dibuahi gagal untuk berkembang secara sempurna"



Dokter bilang saya tidak hamil, kantong bayi memang ada tapi janin tak terlihat sama sekali. Tanpa memberi resep, dokter nyuruh saya pulang. Katanya dalam beberapa hari kantung akan luruh sendiri dan saya akan mengeluarkan darah seperti menstruasi biasa. Kata dokter, saya hanya terlambat mens biasa *whuaaaaaa kejamnya dikau


Syok, sedih juga iya. Masalahanya sudah niat untuk gendong bayi siiih :). Tapi naluri keibuan saya mengatakan kalo kami akan baik2 saja dan si janin bisa bertahan. Saya hanya perlu jaga baik2, makan bernutrisi, ga banyak gerak dan menenangkan pikiran. Suami support abis, bahkan untuk urusan antar mengantar panglima sepenuhnya menjadi urusan Boss besar selama saya dalam masa perawatan.

Sebenarnya kehamilan BO baru bisa ditegakkan jika sudah mencapai UK 12w maksimal dan jika memang kosong, tindakan yang dilakukan adalah kuretase. Jadi sebenarnya agak sedikit meragukan kesimpulan dokter, meskipun termasuk senior, tapi feeling saya sebagai ibu mengatakan kalo si pak dokter kali ini salah.

Dan ternyata, yang dikatakan dokter benar adanya. seminggu kemudian tepatnya tanggal 25 saya mulai pendarahan. ga banyak kaya keguguran sih, normalnya seperti orang mens biasa. Tapi darah sudah mulai keluar rutin, daaaan berlangsung selama 4 minggu. Di minggu ketiga sempat saya bawa kontrol lagi ke dokter karena sempat dua hari kondisi rahimnya sudah mulai bersih, tapi dokter bilang, masih akan keluar lagi dikit selama beberapa hari kedepan karena saat USG masih ada sisa bercak "pppfffhhh

Sedih, tapi harus direlakan. Toh bisa diulang lagi nanti. Daripada hamil tapi janin tidak berkembang sempurna, kami iklas jika harus mencoba untuk kali kedua. apalagi dokter bilang ga usah nunggu bisa langsung produksi lagi *heheheheh

Panglima gimana? kami belum memberi tahu panglima, karena sampe sekrang pun kalo ditanya "Zid, mau punya adek ga?" jawabnya "satu aja". Seneng dong, panglima sudah mulai mau punya adik, tapi dilanjutin "iya, Yazid aja satu"

Dhueeeeenggggg :)
 




Sabtu, 16 Januari 2016

Cerita Dari Sekolah (Extended Version :p )

Awal tahun 2016, 4 januari lalu Panglima sudah memulai tengah tahun kedua nya di sekolah. semester kedua yang membuka cerita baru setelah mengemas banyaaak sekali cerita di 6 bulan masa awal sekolahnya yang lalu.

Enam minggu pertama menemani panglima didalam kelas penuh dari pagi sampai pulang adalah sebuah cerita baru dan sangat campur aduk rasanya bagi saya. Semua perasaan senang sedih kesal jengkel gemas khawatir dibungkus jadi satu berakhir dengan kebahagiaan yang tak terkira membuat saya melupakan kegetiran yang ada, tinggal dingat ingat yang enaknya saja :)

Seperti cerita sebelumnya, nita saya memilih sekolah yang terbaik bagi panglima sejak usia TK memang bukan tanpa alasan. Terbaik disini bukan hanya dalam artian prestasi sekolah, tapi juga kesabaran dan keramahan guru terhadap murid yang bisa dikatakan kemampuan berfikir dan logikanya belum sempurna, hal ini tentu membutuhkan ekstra sabar dan usaha.

Panglima hadir dalam kehidupan ketika saya baru saja berusia 27 tahun. Terbiasa mandiri sejak kecil dan merasa belum membutuhkan bahu untuk bersandar, tiba-tiba hadir makhluq kecil yang sangat butuh saya membuat saya ekstra posesif. Saya dan suami secara tak sadar sering membatasi ruang gerak si bocah dari dia lahir hanya karena tidak ingin sesuatu yang buruk menimpanya. 
Jika keponakan saya yang lain diusia 3 tahun sudah ditinggal ibu-ibu mereka keluar kota karena kuliah, dinas luar, mengunjungi famili yang tertimpa musibah, atau bahkan hal sepele terpisah mobil saat kunjungan lebaran idul fitri karena anak2 memilih kumpul bocah disatu mobil dan ibunya dimobil yang lain, maka hal tersebut tidak berlaku bagi panglima. 

Panglima selalu berada dibawah ketek dan pengawasan saya atau abi nya. Dengan sangat sadar pula kondisi ini membuat saya yakin dan percaya panglima akan memiliki kesulitan saat awal melakukan sosialisasi pertamanya diluar rumah saat bersekolah nantinya. Itulah sebabnya sekolah TK pun sudah saya survey sedemikian rupa untuk membuat dia nyaman, poin oertama adalah : SEKOLAH YANG TIDAK BANYAK SISWANYA :).

Sempat terjebak didalam ego ketika setelah poin pertama, saya ingin SEKOLAH YANG BANYAK ILMU AGAMA NYA. Ketika ngebet bin ngotot memasukkan anak ke TKIT Bunayya dulu, saya merasa kedua poin tersebut telah mencakup kemauan saya. Daaaannnn ketika Panglima tidak lulus tes psikologi karena dirasa panglima belum sia sekolah, saya sempat kecewa. Alhamdulillah peringatan abi segera menyadarkan saya, bahwa memaksa kehendak memasukkan panglima ke TKIT itu berarti memaksa panglima siap bersosialisasi segera. padahal sangat disadari, panglima belum bisa. Setelah berbenah dan move on, singkat cerita saya beralih ke TK TIARA (bisa dibaca di 3 postingan sebelumnya :*) )

Toh, ternyata, terbukti bahwa perasaan saya sebagai orang tua yang sangat mengerti anak nta terbukti. Hari pertama sekolah panglima muntah karena nangis kejer ga mau masuk pagar. saya sih sudah siap mental hingga hari ke 2,3,4,5,6,7 daaaaan masuk minggu ke 6 *hahahhaa. Menemani panglima harus sangat pelaaaan dan telaten juga sabar. Ketika kawan2 masuk, panglima pengen diluar. Kawan2 makan dikelas, dia nya mau di ayunan. Yang lain menggambar, dia nya megang krayon pun dak mau. bikin bete plus lucu, padahal bangun pagi ga ada perlawanan, langsung mandi sarapan pake baju dengan rela dan sedia, nyampe pagar sekolah baruuuuuuuu mulai action nya :). Kejadian 6 minggu ini membuat saya terkenal diantara murid2 sekelas panglima, saya sekali kali malah ngebadut saat si guru terpaksa keluar kelas bentar. maksud hati mau ngehibur anak sendiri, siapanyana temen2 nya tertawa semua :) Dikalangan ibu2 juga saya terkenal sebagai orang tua murud yang paling eksis, mereka ngantar anak saya ada, mereka jemput anak saya pun masih sedia *kwkwkwk

Tapi perlahan semua berubah. Memang butuh waktu. Akhirnya panglima jadi anak yang bersahabat, mulai berkawan, patuh sama bunda dan yang paling penting, bisa saya tinggal di sekolah sampai nanti saya jemput lagi. Perjalan menuju bebas ini pun butuh banyak waktu dan tahapan. Mulai dari nangis, saya pergi diam2, diantar tapi harus ditunggguin sampai 15 menit, diantar tapi harus milihin bangku, diantar sampe pintu kelas hingga diantar hanya sampai pagar sekolah *Alhamdulillaaaahhh, kissss bocah :). Tapi tetap, kalo diantar abi, masi pake drama awalnya hingga akhirnya kini panglima juga sudah bersedia abi yang ngantarnya.

Cerita sedih awal semester ini, bunda Rini yang jadi bunda pertama panglima harus resign karena satu dan lain hal. Bunda ini baik, ramah, sabar, suka nyanyi kaya saipul jamil dan cekatan :(. sempat parno kalo guru baru pengganti ga sabaran dan gampang marah yang bikin panglima nantiimalas sekolah dan trauma. Ternyata, Syukur Alhamdulillah ada hikmah dibalik resign nya Bunda Rini, Penggantinya ternyata adalah guru baru yang tak lain dan tak bukan keponakannya mertua, artinya sepupu abi. Jadi.... itungannya famili, yeeeeiiiyyy.... pasti bakalan dijagain deh :)

Gitu dulu deh ya, Sekarang panglima lagi ketagiahan nonton kartun di TV, Jadi Ngajinya agak keteteran, Ummi lagi mau ngegenjot lagi biar lancar sebelum puasa. pokoknya target panglima naik Iqra` 3 sebelum akhir sekolah tahun ini, semoga aamiiin :)

Senin, 24 Agustus 2015

Cerita dari Sekolah :D

Meskipun, masih, harus menemani panglima di kelas setelah empat minggu sekolah dimulai, tetap saya gembira, banyak kemajauan dari panglima.

Tiap pulang dari sekolah, dan ketemu abi sorenya, selalu yang dibahas adalah perkembangan itu. dan yang paling utama, meski kalem dan cenderung pasif disekolah, ternyataaaa dirumah panglima sibuk mengulang segala kejadian di sekolah. Baik itu pelajaran, nama nama teman, nyanyian hingga nama bunda :)

Pelan pelan ya, bos kecil. We believe you can do it. Slowly...


Belajar shalat, hari jumat


hobi nya merhatiin tingkah teman :)


belajar nulisss


lagi main plastisin


cara duduk model baru :D

Selasa, 28 Juli 2015

Status Palsu :p

Pernah dengar kan istilah atau apa ya nyebutnya...ya gitu lah *hehe ga pernah jelas ah* "silaturrahmi memperpanjang umur"?

Saya punya beberapa teman di masa silam, sebagian di jaman abg labil dan euphoria masa SMA, sebagian di jaman menjelang dewasa saat lagi merantau kala jauh dari kampung saat kuliahan, dan sebagian lagi sesudah memasuki dunia kerja, tapi sudah lebih dari tiga tahun ga pernah jumpa lagi.

Sebagian dari teman-teman ini hilang kontak, sebagian lagi masih punya no kontaknya, Yang hilang no kontak kebanyakan teman waktu saya masih di Malang, saat kuliah. Alasannya bermacam-macam. Kebanyakan ya ganti nomer HP dan tanpa pemberitahuan dengan nomor yang baru. Beberapa diantaranya kembali keep contact  setelah terhubung dengan facebook.  Yang lain yang ga ketemu sampe sekarang yaaa...karena ga punya akun :(. Dari facebook juga kita bisa berlanjut ke kontak BBm, WA dan lihat-lihat foto teman ataupun anak anaknya di Instagram

Bagaimana dengan teman2 SMA? banyaaak,, karena saya tinggal di kota yang sama dengan saat saya sekolah dulu, maka problem kontak teman sma tak terlalu rumit. Yang hilang satu dua ya paling teman2 yan sudah merantau atau bahkan keluarga ortunya pindah semua ke kota lain yaaaang setelah di lacak di facebook  juga ga ketemu :)

Baiklah, berbicara tentang teman dan kembali ke pepatah atau istilah atau ungkapan atau kutipan atau apalah, yang saya tulis diatas,  Apakah anda termasuk orang yang senang menjalin silaturrahmi? terutama dengan rekan sejawat dan seperjuangan dulu? Atau anda termasuk orang yang ga suka "jemput bola", sukanya nunggu kunjungan silaturrahmi tanpa mau mengunjungi terlebih dahulu? Saya...saya sendiri termasuk orang yang suka menjalin silaturrahmi. Saya masih suka mencari teman-teman yang hilang sekedar buat tahu kabar mereka *istilah jaman sekarang kepo kali ya*. Kebiasaan atau sifat saya ini diturunkan dari ayah yang suka sekali beranjang sana ke rumah sejawat, tetangga, famili dan kerabat, baik itu jauh maupun dekat.

Namun sayang, silaturrahmi di zaman sekarang --yang katanya zaman edan, yang disebut juga zaman digital yang suka juga pada nyebutin era modern daaan ada lagi nyebutin zaman sibuk terutama dengan urusan masing2  *ato ada juga yang soook sibuuk, padahal banyak nganggur :p*-- banyak hanya terjadi dalam bentuk hubungan dunia maya. Jarang ada yang mau langsung ke rumah-rumah, bahkan untuk telepon saja sudah mulai berkurang. Hari gini, semua yang diandalkan adalah jempol, alias texting belaka. 

Mau bukti? Lihat saja saat perayaan Hari Raya Keagamaan, semua ucapan hanya beredar di dunia maya. Telepon pun tak ada kaaan?? Paling yang ada anak telepon Orang tua hanya karena kebetulan mereka lagi diperantauan. Bukti lain?? saking ga banyak lagi orang yang bertamu, Rumah zaman sekarang itu berkonsep minimalis dengan ruang tamu yang supeeer kecil dan bahkan tanpa ruang tamu :). Bahkan untuk mengunjungi orang yang dikenal saat sakit atau kemalangan pun sekarang sudah jarang. Di acara kematian, misalnya, selepas jenazah dibawa ke kubur dan para pengantar jenazah kembali ke rumah, maka seketika itu pula para pelayat berkurang dan sedikit2 hilang dalam waktu seharian saja. Begitu juga di acara suka cita semacam pesta. Kalo yang jaman dulu seminggu sebelum pesta, satu persatu kerabat jauh dan dekat mulai berdatangan buat bantu acara sampai ke H-1 seluruh tetangga mulai meramaikan rumah sekedar buat bantu ngupas bawang dan rajang cabe sambil ngobrol dan becandaan, sekarang? Sudah pada pake catering dan acara di gedung! Bahkan tetangga sebelah rumah hanya datang saat acara berlangsung dan segera pulang setelah dijamu makan.

Miris bukan? Perkembangan zaman membuat kita malah mempersempit pengertian istilah yang sudah Nabi ajarkan jauuuh sebelum kita dilahirkan, di jaman edan :(

Selanjutnya,saya terpaksa mengungkit silaturrahmi dalam konsep modern alias texting dunia maya ini. 

Punya teman yang segerobak didunia nyata dan satu truk di dunia maya, ternyata tak membuat hubungan silaturrahmi manusia berjalan mulus ya. Benar, sejatinya silaturrahmi itu berawal dari niat, bukan keadaan.Saya beri contoh kasus deeeh...pengalaman dari orang-orang sekitar saya.

Dikalangan teman2 saya, Silaturrahmi cuma jadi in saat acara buka puasa bareng diadakan, alias saat bulan suci Ramadhan. Itupun menjelang akhir bulan suci saat udah banyak orang2 diperantauan pulang ke kampung halaman. Dan parahnya lagi, batal dilakukan cuma karena asik atur jadwal yang ga nemu2 *lagi lagi kenyataannya pada banyak yang pengangguran, tapi sok sibuk doang ;p*

Begitu juga saat Hari Raya, sibuuk di grup pada ngucapin ini itu, belum lagi kalo ada yang menikah mau buat walimah, ada yang melahirkan dan kemalangan. Kalo diajak datang, pada ngilang satu-satu dengan alasan : ada jam ngajar (yg udah jadi guru), gabisa keluar banyak kerjaan (yg dikantoran), tutup kas akhir bulan (yg di lembaga keuangan), lagi buat seminar (yg kerja di LSM), yg lagi kejar target OD (buat yang di finance), ga ada kendaraan (buat yg jomblo) sampe yang anak aku lagi ga ada yg jaga (yang IRT).

HOW COME buddieesssss!!!
Padahal jabatan masi staf loohhh,,, bukan kepala sekolah, bukan kepala kantor apalagi walikota, bukan kepala cabang, bukan kepala yayasan, kendaraan juga banyak tuh nongkrong jalanan depan rumah buat yg jomblo dan yang IRT padahal di rumah ada sekompi yg lagi ngawasi anaknya. Sekali lagi, kalo mau di runuut satu2, semua itu pada ongkang2 kaki alias nganggguuurrrrrr hehehehe, aksinya aja kebanyakan, sok sibuk ga karuan. Padahal kalo mau diluangkan, Silaturrahmi itu tetap aan ada jalan looohh..

Karena beberapa alasan tersebut sering, ulangi, seriiing banget saya temui, saya akhirnya mulai membatasi diri untuk melakukan silaturrahmi secara berkoloni. Alias saya lebih memilih untuk pergi sendiri ke acara walimahan, teman melahirkan, ada yg sedang sakit ataupun ke teman yg kemalangan. Ga ajak yang IRT, ga ajak yang jomblo ataupun yg bersuami, serta ga ngajak yang kerja. Untuk apa? jika hanya akan mendaat kecewa *ceileee.. bahasanyeeee

Padahal banyak loh, keuntungan yang didapat jika kita menyambung silaturrahmi.
selain memperpanjang umur, bagi yang jomblo juga bisa enteng jodoh, siapa tahuuu loh ya. Juga buat yang jobless dapat kerjaan disana,siapa tahu juga yang kesulitan ekonomi bisa mendongkrak penghasilan dan yang sakit dapat info tentang alternative pengobatannya, siapa tahuuuu... Allah kan selalu membuka pintu rezeki kita dari arah yang tak terduga kan? termasuk lewat silaturrahmi ini.

Terus, kalo udah jaman internet yang kebanyakan ngetik2 ini pun masi malas silaturrahmi, gimana? Itu ampun ampunan daaah aahh...nyerah saya. Sibgkat kata, saya cuma bisa mengambil kesimpulan, beliau beliau ini lagi kere  saja,,hahaha
Dalam satu kasus lain saya terpaksa menghapus beberapa kontak BBM dan WA saya disebabkan karena beberapa kali saya tanya kabar tak berbalas *hiiiksss kesiaaan deh saya :p*. Bukan bermaksud ngambek kaya bocah tk, tapi bagi saya, pertemanan sejatinya adalah di dunia nyata, dunia maya hanya membantu menjangkau yang terjangkau saja. Artinya, saya ga mau koleksi jumlah kontak. Sekiranya mereka tau mau berhubungan dengan saya, ya monggo... berjalanlah sendiri tanpa harus memenuhi kontak anda dengan nama saya :)
Terutama buat rekan2 yang katanya *sok* sibuk itu, yakin deh yang anda kejar didunia terutama materi dan prestasi, tak ada gunanya juka anda terputus silaturrahmi.

Akhirul kalam, beginilah hasil curhat saya malam ini, semoga berkenan dan tak ada yg tersinggung. Semoga sahabat bisa memetik pelajaran dan diaplikasikan dalam kehidupan.